Rabu, 08 Januari 2014

Penyebab Kanker Paling Kontroversial

Gaya hidup moderen makin mendekatkan manusia pada penyakit kanker, yakni pertumbuhan sel tidak normal yang sering berujung pada kematian. Banyak produk dan bahan kimia yang dikambing hitamkan sebagai pemicu, namun tidak semuanya bisa dibuktikan.

  Pembuktian penting dilakukan untuk menghindari ketakutan yang berlebihan terhadap teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan.Bagaimanapun sisi lain dari moderisasi telah mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia.


Dikutip dari US News, Senin
(25/10/2010),Berikut ini
adalah 6 Penyebab Kanker Paling
Kontroversial .

1. Pemanis buatan
Pengujian pada tikus
membuktikan pemanis buatan
cyclamate memicu kanker
kandung kemih, sehingga
penggunaannya pada minuman
bersoda dilarang oleh FDA.
Belakangan, pengganti cyclamate
yakni saccharin juga
menyebabkan tumor pada tikus
meski tidak sampai dilarang
penggunaannya.

Meski cyclamate tetap dilarang
sampai sekarang, saccharin
akhirnya dinyatakan aman pada
tahun 2000 karena tidak ada
cukup bukti dapat menyebabkan
tumor pada manusia. Demikian
juga dengan pemanis buatan
aspartam pada minuman
berenergi, belum pernah
dibuktikan memicu kanker pada
manusia.

2. Obat kumur
Akhir tahun 1970-an, muncul
dugaan obat kumur yang
mengandung ethanol bisa
memicu kanker mulut. Bahan
antibakteri tersebut dinilai sama
berbahayanya dengan racun
karsinogenik atau penyebab
kanker dalam rokok.

Karena tidak ada cukup bukti,
American Dental Association
menyatakan alkohol aman
digunakan dalam obat kumur
asal tidak ditelan dan digunakan
sesuai anjuran. Jika punya
riwayat keluarga yang terkena
kanker mulut atau merokok, saat
ini banyak tersedia obat kumur
yang bebas alkohol.

3. Obat antikolesterol statin
Dugaan pemicu kanker muncul
dalam penelitian pada tahun
2007. Penggunaan lovastatin,
simvastatin, pravastatin,
fluvastatin, dan atorvastatin
dalam dosis tinggi cenderung
meningkatkan risiko kanker
payudara, usus besar dan
prostat.

Tinjauan terhadap 15 uji klinis
pada tahun 2008 menegaskan
bahwa risiko kanker meningkat
pada pengguna statin. Namun
menurut kajian tersebut, kanker
ternyata lebih berhubungan
dengan kolesterol itu sendiri dan
bukan dengan penggunaan obat
statin.

4. Telepon seluler
Heboh radiasi ponsel yang
diduga memicu kanker dimulai
tahun 1993 saat seorang pria
menggugat perusahaan ponsel
atas kanker otak yang
dideritanya. Sejak saat itu, jutaan
dolar telah dihabiskan untuk
meneliti kebenaran klaim
tersebut.

Penelitian terbesar tentang
radiasi ponsel dilakukan oleh
WHO dalam 10 tahun terakhir
dengan melibatkan 13.000 orang
dewasa. Hasilnya, penggunaan
ponsel hanya sedikit
meningkatkan risiko pada jenis
kanker otak glioma dan bukan
jenis kanker otak yang lain.

5. Bra
Tahun 1995, sebuah tulisan
berjudul Dressed to Kill
menggugat kebiasaan memakai
bra pada perempuan moderen.

Racun kimia yang terkandung
dalam bra diduga meningkatkan
risiko kanker payudara jika
terlalu sering digunakan.

Meski klaim itu belum pernah
dibuktikan secara ilmiah,
beberapa pakar dari American
Cancer Society mengatakan
penggunaan bra memang
membuat jaringan payudara
lebih padat. Baru-baru ini
terungkap, kepadatan jaringan
payudara berhubungan dengan
meningkatnya risiko
kekambuhan kanker.

6. Parfum, deodoran dan mie
instan
Ada kesamaan pada ketiga
produk tersebut yakni sama-
sama menggunakan paraben
meski dalam fungsi yang
berbeda. Apabila tertelan atau
terhirup, paraben akan bekerja
seperti hormon esterogen di
dalam tubuh manusia sehingga
meningkatkan risiko kanker
payudara.

American Cancer Society
mengatakan 99 persen manusia
sebenarnya terpapar oleh
paraben setiap hari, namun
hingga kadar tertentu bahan
tersebut aman bagi manusia.

Penelitian tahun 2002
membuktikan, tidak ada bukti
peningkatan risiko kanker pada
pengguna parfum dan
deodoran.

Nah, itulah 6 Penyebab Kanker
Paling Kontroversial semoga
menambah wawasan anda.