Rabu, 08 Januari 2014

Parasit Penginfeksi Otak

Tidak seperti bagian tubuh lain yang lebih mudah diobati dengan obat atau operasi, otak kita sangat rapuh, oleh karena itu serangan parasit tersebut bisasangat mematikan. Berikut ini kami hadirkan artikel mengenai parasit pemakan otak.
Nama : Naegleria Fowleri
Habitat : Danau tawar hangat,
sungai dan air mata panas
Bagaimana :
Umum masuk melalui hidung lalu
menuju ke otak, di dalam otak
parasit ini lalu merusak jaringan
otak.
Pengobatan :
serangan amoeba ini bersifat fatal,
tercatat 122 dari 123 orang di
Amerika yang terinfeksi telah
meninggal, satu orang selamat
menggunakan berbagai kombinasi
obat, salah satunya Miltefosine.
(perlu dikonsultasikan dengan
dokter)

Nama : Pork Tapeworm
Habitat : Afrika, Asia dan Amerika
Latin
Bagaimana :
Parasit ini hidup di dalam aliran
darah babi/sapi, jika babi yang
tertular dimakan manusia, maka
orang tersebut kemungkinan besar
ikut terinfeksi. Namun makanan lain
juga bisa terkontaminasi oleh parasit
ini, parasit ini bisa menyerang otak
mengakibatkan penyakit yang
disebut neurocysticercosis, gejalanya
adalah kejang, sakit kepala, dan
berakhir ke kematian.
Pengobatan :
Obat yg umum digunakan adalah
Praziquantal , perlu dikonsultasikan
dengan dokter

Nama : Toxoplasma Gondii
Habitat :
Bagaimana :
Bisa disebut organisme manipulator,
organisme ini menginfeksi tikus yang
kemudian kehilangan respon rasa
takut terhadap bau kucing,
kehilangan respon ini membuat tikus
lebih rentan diserang kucing,
organisme ini lalu ikut menular
kepada kucing. Namun tidak
menutup kemungkinan pula
organisme ini menginfeksi manusia.
Menurut penelitian orang yang
terinfeksi menunjukkan penurunan
kecepatan reaksi otak terhadap
lingkungan sekitar dan membuat
orang lebih rentan mengalami
kecelakaan lalu lintas. Untungnya
pemilik kucing tidak perlu takut
dengan kucingnya karena infeksi dari
parasit ini sangat jarang.
Pengobatan :
Diskusikan dengan dokter

Nama : Loa Loa
Habitat : Afrika Barat dan Tengah
Bagaimana :
Disebut juga cacing mata, bisa
menular melalui gigitan deerflies
(atau disebut juga Lalat Mangga
atau Lalat Mangrove) yang hidup di
daerah hutan hujan dan rawa.
Cacing ini dapat menyebabkan gatal-
gatal (atau sebutan medisnya
"sensasi merayap di jaringan"),
peradangan, kerusakan sistem saraf
dan retina. Pengobatan terhadap
cacing ini pun bisa berakibat fatal,
karena larva cacing yang mati bisa
menyumbat pembuluh kapiler dan
menyebabkan ensefalopati, suatu
kondisi yang dapat menyebabkan
kerugian kognitif, masalah memori,
perubahan kepribadian , dan banyak
lagi.